Categories: BERITA UTAMA

Pdt.Sarah Hengkesa: “Saya Juga Rindu”

Jakarta, mupeljakartapusat.org – Berbeda pendapat dalam menyikapi persoalan, menafsirkan masalah adalah hal yang wajar dalam suatu lembaga yang mana berisi dengan orang–orang yang  berlatar belakang pendidikan berbeda, asalkan masih dalam koridor aturan yang berlaku bahwa Kristus diatas segala-galanya, dan ini yang menjadi basic kita bersama sehingga kita tidak menyimpang terlalu jauh dan berbeda itu merupakan anugerah Ilahi bagi GPIB.

Dalam bincang- bincang penulis dengan Pdt. Sarah Hengkesa calon Ketua III FMS – GPIB yang ke -XXII via WA.Call, 1Mei 2025 , pembicaraan kami tentang PSR – GPIB Tahun 2025. Berikut petikan wawancaranya.

Saya ngak anti kekuasaan, saya juga rindu untuk  memimpin jika Tuhan berkenan, tapi memikirkan pemahaman yang benar bagaimana, spritualitas harus dibangun dan mengukurnya secara fenomenalogi, ini adalah kajian ilmiah, kenapa kita tidak membuka diri lalu berbenah.

Apakah selama ini tertidur ?

Ngak tahu, pokoknya polanya kita adalah saya memberikan siraman, kamu laksanakan dan kamu pasti tahu . Ngak begitu!!

Apakah berlaku jasa hingga menutup mata semua orang didalamnya selama ini ?

Karna itu nyaman, cuma omon–omon doang, itu enak.

Karakter seperti Bu Pendeta yang tegas, intonasi tinggi kadang–kadang tidak terpakai ?

Saya paham itu, kita ngak biasa budaya Critical Thingking, kita bukan itu, kita ini orang begitu orang ini, begitu–begitu tentang uang, tentang moral, kita melayani tapi kecendrungan pembiaran, Why, karna tidak ditangani dengan baik, malahan ditutup – tutupin, Jangan dong! Kita bisa kok, sebagai gereja untuk menolong manusia, pemimpin atau umat dan pastoral kita sangat lemah, pengembalan kita harusnya dapat dipertanggungjawabkan, jadi saya menyadari bahwa diberikan masukan ngak boleh, kalau saya ngak peduli, karna kita harus bertanggungjawab kepada Tuhan, kalau dibiarkan GPIB begini, nantinya bagaimana tanggungjawab kepada DIA dan kepada lembaga. Ini bukan bicara personal, ini berbicara tentang gereja, persoalannya budaya Kristus kita ngak punya,  kita ikut budaya kolonial Belanda.

Artinya kalau kita berani kritik lembaga dan pelayanan, kita di buang ya ?

Loh, kenyataannya dibuat seperti itu, ini fenomenalogi, jadi diam – diam aja, ini begini nurut, kita  suka menurut tetapi bukan berarti kita tidak boleh mengkritisi, kita jauh dari evaluasi, padahal evaluasi sudah berbicara tentang diri kita. Kenapa kita ngak berani di evaluasi, lihat di PST – Salatiga, hanya sekitar 15 – 20 orang yang berbicara, yang lain diam, bukan berarti diam ngak tahu, diam itu juga pintar tapi dia berpikir di aras pikirannya, ngak berani untuk ngomong kedepan, kami harus uji nyali dan diam itu bagus dalam arti untuk posisi keren dan itu saya maklum banget. Kasihankan pendeta – pendeta kita.

Kapan bisa dikikis habis cara- cara seperti itu ?

Ngak bisa semudah membalikkan telapak tangan, itu melalui pembinaan, bimbingan, bibit, arahkan bahkan Yesus aja gagal bagaimana Petrus, Thomas dan Yudas, tapikan selalu ada rangkaian kalau mau pegang ketetapan – ketetapan yang diperintahkan, itu transformasi nilai yang harus dikerjakan.

Tapi selama ini-kan normatif ketakutan ? 

Makanya budaya ini harus dibebaskan, bukan kita mau mengkuliti GPIB ya, misalnya pada PST – 2025 di Salatiga, maju dengan evaluasi yang benar, akurat, kredible dan valid.

Melihat yang sudah dijelaskan diperlukan transformasi karakter kedepannya ?

Karakter kita dipemahaman iman ada tiga yaitu sebagai pelayan, pendamai  dan bersahabat  dimana perannya spritualitas karakter Yesus ini  turun ke pemimpin.

Apakah bisa melaksanakan seperti itu, jika nantinya terpilih ?

Sistem itu harus dikerjakan harus bisa , karna itu ada ilmunya, itu tugas pengembalaan, gereja tidak boleh lari dari dua hal, yang pertama pengembalaan itu jiwa gereja dan yang kedua pendidikan kristen, untuk mengarahkan orang sampai ke kompeten dan kapabel.

Apakah  PSR GPIB-2025 , masih bisa masuk sebagai Ketua III FMS – GPIB yang ke – XXII ?

Kalau masuk adalah Kasih Karunia kalaupun tidak masuk juga Kasih Karunia Allah. (JP)

admin

Recent Posts

Meriah, Penyelenggaraan Turnamen Domino PKB

Ketua Tim Kerja, Bapak Veren Pattinasarany ; Hanya karena Anugerah Tuhan Yesus, kegiatan Domino Charity…

3 months ago

Rapat Kerja Wilayah MUPEL Jakarta Pusat

Pendeta Abraham Ruben Persang; kita bersyukur Rapat Kerja Wilayah MUPEL Jakarta Pusat boleh terlaksana di…

3 months ago

Calon Ketua I MS GPIB Yang Matang dan Berpengalaman

Pendeta Jan Jona Lumanauw : “Hidup untuk Melayani sebagai Persembahan Yang Hidup" Jakarta, mupeljakartapusat.org – Pelaksanaan…

4 months ago

Meriah Pelaksanaan Bazaar Mupel Jakarta Pusat

Jakarta, mupeljakartapusat.org – Bazaar MUPEL Jakarta Pusat resmi dibuka oleh Perwakilan Walikota Jakarta Pusat, hari Sabtu, 27…

5 months ago

Heboh…., Bazaar Mupel Jakarta Pusat Tahun ini.

Jakarta, mupeljakartapusat.org – Pada Hari Minggu, 22 Juni 2025 Badan Pelaksana MUPEL telah melakukan ibadah perkenalan Panitia…

5 months ago

MENJAGA HARMONI, MEMBANGUN MASA DEPAN

Gagasan dan uraian ini ditulis sebagai bagian dari upaya memberi sumbangsih bagi kemajuan Bidang VI…

6 months ago